Untukmenghindari kejadian tersebut, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu 10 macam desain arsitektur rumah berikut ini. 1. Arsitektur rumah minimalis (The Smart Local) Desain pertama adalah konsep rumah minimalis yang mungkin paling banyak diminati oleh masyarakat.
Sebuahrumah bergaya arsitektur Jengki. Johan Silas, seorang arsitek Indonesia, berspekulasi bahwa gaya ini adalah ekspresi semangat kebebasan orang Indonesia. Selain itu, juga dinilai memiliki karakteristik dan fungsi yang cocok dengan negara tropis. Pasalnya, pengaturan sirkulasi, bangunan yang mendukung akses cahaya, dan ornamen tumbuh
12Ide Rumah Bergaya Modern yang Cocok untuk Hunian di Indonesia. Prisca Akhaya 24 November, 2016 12:00. dengan tangan dingin para arsitek internasional yang terlibat di dalamnya. Setiap rumah yang dijadikan contoh berikut memiliki konsep dan gayanya masing-masing, dan akan memberikan interpretasi mengenai gaya modern bagi rumah Anda!
ArsitekturBergaya Jepang dan Indonesia Menginspirasi Kaum Urban Indonesia • 22 Feb 2021 RumahCom - Selama ratusan tahun, arsitektur Jepang telah dipuja karena karakteristiknya yang khas dan estetika yang memukau. Desain hunian Jepang khususnya telah berkembang selama bertahun-tahun dan menjadikan daya tarik tersendiri.
Sebuahrumah bergaya mediteranian biasanya memiliki langit-langit yang tinggi dan jendela-jendela besar. Di Indonesia sendiri sangat cocok jika kamu memilih model rumah seperti ini karena karakter rumah tropis memang didesain sesuai untuk daerah beriklim tropis. Itulah beberapa desain arsitektur rumah yang bisa jadi inspirasi kamu saat
uK0B. JAKARTA, - Menanam tanaman tradisional Jepang dapat membantu mempercantik rumah maupun menyempurnakan tampilan taman Zen Anda. Ada berbagai tanaman yang tumbuh subur di daerah pegunungan Jepang. Beberapa tanaman lebih cocok untuk kondisi kering, sementara banyak bunga yang lebih menyukai iklim lembap. Baca juga 11 Tanaman Hias yang Menyukai Sinar Matahari LangsungTanaman tradisional Jepang dapat menangkap esensi dari lingkungan asli mereka yang indah karena membentuk keseimbangan elegan antara keindahan dan makna spiritual. Perhatikan baik-baik tanaman tradisional Jepang ini yang akan menginspirasi untuk membuat penataan unik yang berfokus pada estetika halus dan relaksasi murni. Jika ditanam dengan benar, tanaman tradisional Jepang dapat membantu Anda mendapatkan tampilan luar biasa. Dilansir dari Rhythm of the Home, Minggu 4/6/2023, berikut sejumlah tanaman tradisional Jepang yang cocok ditanam di taman rumah. Baca juga 7 Cara Mengusir Nyamuk di Dapur, Pakai Sabun hingga Tanaman Camellia japonica Shutterstock/13matabiru Ilustrasi bunga camellia japonica harus menjadi salah satu pilihan utama Anda untuk mendekorasi taman dengan gaya Jepang. Ini adalah tanaman yang tumbuh lambat dengan bunga subur dan dedaunan yindah. Camellia japonica adalah salah satu varietas paling populer dari genus Camellia. Tanaman ini berasal dari daratan Cina dan Jepang bagian japonica sering disebut mawar musim dingin karena lebih menyukai suhu lebih dingin dan tumbuh lebih baik di tempat teduh. Pastikan Anda menghindari tanah terlalu kering atau terlalu lembap. Baca juga 5 Tanaman Hias yang Dapat Mengurangi Kelembapan di Rumah Pohon sakura hias Selanjutnya, tanaman tradisional Jepang yang cocok ditanam di taman rumah adalah pohon sakura hias atau ornamental cherry tree. Pohon ini dapat menghadirkan nuansa Jepang klasik ke taman mana pun. Ini adalah tanaman megah yang memiliki bunga-bunga musim semi berwarna merah muda atau putih yang indah. Selain itu, pohon sakura hias memberikan aroma menyenangkan dan menambah pengalaman sensorik secara keseluruhan. Pada musim gugur dan musim dingin, Anda juga dapat mengagumi kulit pohon sakura hias yang bertekstur, yang dapat membuat pernyataan di taman dengan warnanya kemerahan. Baca juga Jangan Dibuang, Ini 6 Manfaat Kulit Kentang untuk Tanaman Azalea Shutterstock/PatGallery Ilustrasi tanaman bunga musim bunga sakura berakhir, ada tanaman lain yang menjadi sorotan. Dengan mekarnya berwarna pink cerah, Azalea adalah tanaman ikonik Jepang yang memamerkan penampilan berani selama musim panas yang panas dan lembap. Ada juga warna-warna cerah lainnya yang dimiliki, tergantung pada varietas Azalea. Tanaman tradisional Jepang ini memiliki bunga yang hadir dalam warna kuning, merah, putih, dan banyak warna lainnya yang menarik perhatian.
Berkunjung ke Madura, Anda akan menemukan bangunan rumah yang unik. Ia memiliki pola zig zag yang riang, tekstur cerobong asap palsu, pintu jati bermotif herringbone, dan jendela berwarna merah muda. Tariq Khalil, fotografer yang berdomisili di Jakarta, menyebutnya rumah Hansel dan Gretel’. “Ada sedikit sentuhan Eropa dan khas suasana 50-an. Ini adalah bentuk seni ekstrem dari era yang ekstrem,” katanya. Tariq bersemangat untuk mengetahui cerita di balik rumah unik’ ini. Ia mempelajari bahwa ide arsitektur tersebut berasal dari bangsawan tembakau Haji Samsul yang tergila-gila oleh gaya moderen abad pertengahan yang dilihatnya saat melakukan perjalanan bisnis ke Jawa Tengah. Baca juga Inilah Rumah Masa Depan Tanpa Terhubung Jaringan Listrik. Mau? Tidak ada arsitek di Indonesia – terutama Madura – pada masa itu. Sebab, orang-orang Belanda telah diusir dari Jawa. Oleh karena itu, Samsul menggambar sendiri sketsa bangunannya, lalu ia berikan kepada kontraktor lokal. Pada 1967, Samsul berhasil membangun rumah impiannya. “Meski cukup elit, namun kebiasaan ini menyebar di kota besar Madura, di mana para kontraktor dan pemilik bebas berekspresi dengan elemen art deco dan abad pertengahan,” papar Tariq. Gaya arsitektur Jengki Tariq amat terobsesi dengan gaya arsitektur yang unik namun tidak jelas ini. Mereka menyebut gaya arsitektur yang berkembang pada 1950 dan 1960-an ini dengan Jengki’ diambil dari kata Yankee. “Saya merasa seperti orang aneh. Saya tertarik pada sesuatu yang menurut orang lain biasa saja. Padahal, itu ada di depan mata kita. Setiap kota di Indonesia pada tahun 50-an memiliki gaya arsitektur ini,” cerita Tariq. Tariq pertama kali melihat gaya arsitektur Jengki ini di Bandung, satu dekade yang lalu. Bangunan ini mengingatkannya pada kartun The Flintstones. Jengki merupakan modernisme abad pertengahan Indonesia yang ditandai dengan bentuk tidak biasa – seperti pentagon, atap asimetris, pintu dan jendela yang terbagi dua, dinding miring, ventilasi udara dengan struktur trapesium atau berlian. Jengki ditandai dengan pola yang tidak biasa. Contohnya seperti ventilasi udara yang berbentuk lingkaran, trapesium atau berlian. Roni Bintang Tariq membandingkan arsitektur ini dengan pengalaman memakan durian. Beberapa orang tidak menyukai baunya, namun setelah digigit, rasanya enak. “Ada sesuatu yang salah dengan gaya bangunan itu, namun tetap menyenangkan untuk dilihat,” katanya. Berkembang di Semarang Semarang, kota pelabuhan yang penting pada masa kolonial, juga merupakan tempat terbaik untuk menemukan bangunan bergaya Jengki. Sebuah grup komunitas sketsa, Orart Oret, meneliti pengaruh arsitektur Jengki sebagai bagian dari biografi salah satu perintis gaya tersebut, Oei Tjong An, yang membangun rumahnya di Semarang dengan jendela di bagian bawah. “Sesama arsitek mempertanyakan mengapa jendela tersebut diletakkan di bawah padahal tidak ada fungsinya. Namun, Tjong An mengatakan, itu karena terlihat indah dan artistik,” kata Adeline Gunawan, kepala divisi penelitian Orart Oret. Sayangnya, rumah dengan jendela di bawah ini, telah dibongkar dan digantikan dengan sebuah bank. Adeline khawatir, rumah bergaya Jengki akan benar-benar hilang jika pemilik tidak mampu membayar biaya perawatan dan akhirnya memilih untuk membongkarnya. “Pemerintah mesti terlibat dalam usaha pelestariannya,” ujar Adeline. “Riset kami berjalan selama dua tahun. Setiap dua minggu, kami berkelana untuk mencari rumah-rumah bergaya Jengki yang masih dalam kondisi bagus dan mencoba melestarikan dengan menggambarnya,” tambahnya. Ekspresi kebebasan Gaya arsitektur Jengki dianggap sebagai ungkapan kebebasan politik pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 1945. Beberapa bahkan berspekulasi bahwa bentuk pentagon di bangunan-bangunan tersebut, terinspirasi oleh Pancasila yang memiliki lima prinsip. Baca juga Perpustakaan Unik Berdinding Ember Es Krim di Bandung Adeline mengatakan, gaya unik ini merupakan bentuk pemberontakan melawan bangunan berstruktur rapi peninggalan pemerintahan Belanda. “Ingin menjadi nasionalis, beberapa warga Indonesia membangun gedung tanpa mengikuti aturan dengan bentuk asimetris. Beberapa mungkin menganggapnya norak, namun gaya Jengki itu ternyata sangat terkenal,” papar Adeline. Sayangnya, menurut Tariq, gaya arsitektur Jengki ini mulai menghilang di akhir 1960. Pada masa itu, bangunan Indonesia mulai mengikuti gaya arsitektur yang dibuat oleh Sukarno. “Para arsitek tersebut berkata bahwa Jengki lebih mementingkan bentuk bangunan dibanding fungsinya – berlebihan dan tidak berguna. Semangatnya sudah hilang. Arsitek fokus kepada misi membangun negara’. Padahal bangunan yang mereka ciptakan jadi membosankan,” kata Tariq. Periode kreativitas arsitektur yang luar biasa di Indonesia pun telah berakhir. PROMOTED CONTENT Video Pilihan
JAKARTA, - Dalam sebuah desain interior, aksesibilitas adalah pertimbangan utama dalam pemilihan fitur-fitur sebuah rumah. Penting untuk memastikan keamanan dan kemudahan mobilitas di dalam rumah termasuk bagi para pengguna kursi roda. Berikut beberapa pilihan penutup lantai yang direkomendasikan untuk rumah yang memiliki pengguna kursi roda seperti dikutip dari laman Direct Wood juga Opsi Penutup Lantai Terbaik untuk Teras Rumah Anda Lantai kayu Lantai kayu, termasuk kayu yang direkayasa dan kayu alami, memberikan permukaan yang bagus untuk dilintasi para pengguna kursi roda. Karena kayu memiliki permukaan yang keras, ini memungkinkan pergerakan yang halus dan nyaman serta memungkinkan para pengguna kursi roda menghantam batasan dan tergelincir. Lantai kayu bisa sangat tahan lama, dan dapat dipoles kembali bila terlihat usang. Jadi jangan khawatir kehilangan kemilau lantai seiring berjalannya Laminasi Lantai laminasi memiliki keunggulan bagi pengguna kursi roda karena memiliki permukaan yang keras sehingga mudah dilintasi. Namun, sangat disarankan untuk membeli lantai laminasi berkualitas tinggi untuk memastikan lantai bisa bertahan lama selama puluhan tahun. Baca juga Catat, Tinggi Jendela dari Lantai yang Ideal di Setiap Ruangan Pilih lantai laminasi peringkat AC3 atau lebih tinggi karena cocok untuk pengguna kursi roda. Sementara untuk penggunaan di kamar mandi atau dapur, gunakan lantai berperingkat AC5. Dua jenis lantai yang harus dihindari yakni karpet dan ubin. Karpet bisa mengurangi atau menghentikan gerakan. Sementara ubin dengan lapisan mengkilap memiliki permukaan yang licin sehingga bisa berbahaya bagi para pengguna kursi roda karena akan meningkatkan kecepatan dan berkurangnya efek rem. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
RumahCom – Hampir setiap daerah yang ada di Indonesia mempunyai sebuah ciri khasnya tersendiri, terutama dalam desain dan model arsitektur rumah. Ada beberapa wilayah yang memiliki desain rumah ala kolonial Belanda yang berdiri dengan megah dan tampak mewah dan ada juga yang dibangun mengikuti desain minimalis modern yang populer saat ini. Supaya Anda bisa dengan mudah mengenali model desain arsitektur rumah favorit sepanjang masa, artikel kali ini akan membahas mengenai Ragam dan Fungsi Arsitektur Rumah Arsitektur Rumah Minimalis Arsitektur Rumah Minimalis Modern Arsitektur Rumah Scandinavian Arsitektur Rumah ala Industrial Arsitektur Rumah Model Kolonial Belanda Arsitektur Rumah Konsep Open Plan Arsitektur Rumah Model Tropis Arsitektur Rumah American Classic Arsitektur Rumah Kontemporer 1. Ragam dan Fungsi Arsitektur Rumah Saat Anda memiliki rencana untuk membeli sebuah hunian, desain arsitektur rumah menjadi salah satu hal utama yang menjadi penentu bagi Anda pada saat membelinya. Setiap daerah memiliki desain bangunannya yang berbeda-beda dan setiap desain yang ada memiliki sebuah ciri khasnya masing-masing. Sebenarnya, apakah fungsi dari desain arsitektur rumah itu? Desain arsitektur rumah berfungsi sebagai sebuah pembeda dari setiap properti yang ada dan dari desain itulah Anda bisa mengira-ngira kapan waktu saat bangunan tersebut dibuat hingga kelebihan serta kekurangannya. Sebagai contoh, rumah yang memiliki desain kolonial Belanda umumnya sudah berdiri sejak lama dan karena desain rumah kolonial lama yang menggunakan plafon tinggi maka otomatis akan membuat rumah terasa lebih nyaman dibandingkan dengan desain rumah lainnya. Ada banyak istilah arsitektur rumah, seperti minimalis modern, Scandinavian, industrial, tropis modern, dan lain-lain. Dan buat Anda yang sedang cari rumah dengan arsitektur rumah yang tengah jadi favorit banyak orang, cek pilihan rumahnya di kawasan Serpong dengan harga di bawah Rp1 M di sini! Supaya Anda bisa mengenali dengan mudah ragam arsitektur rumah yang menjadi favorit sepanjang masa, di bawah ini adalah beberapa contohnya yang bisa menjadi referensi bagi Anda 2. Arsitektur Rumah Minimalis Arsitektur rumah minimalis termasuk ke dalam salah satu desain arsitektur yang sangat diminati di Indonesia dan mulai berkembang pesat sejak memasuki tahun 2000an. Konsep desain ini sebenarnya berasal dari aliran konsep zen yang berasal dari Jepang yang sangat identik dengan kesederhanaan untuk mencapai sebuah kesempurnaan. Sama halnya dengan rumah minimalis yang lebih mementingkan aspek fungsional dan menjadikan tampilan visual dari bangunan supaya bisa terlihat lebih simpel tanpa adanya tambahan desain lain tidak perlu. Arsitektur rumah minimalis bisa dilihat dari kesederhanaan tampilan bangunan dan umumnya tidak membutuhkan budget yang terlalu besar untuk membangunnya. 3. Arsitektur Rumah Minimalis Modern Memasuki awal tahun 2010, desain arsitektur rumah minimalis mengalami sedikit perubahan menjadi desain minimalis modern. Tampilan rumah yang pada awalnya lebih mengutamakan nilai zen kini semakin berubah supaya tampak lebih terlihat modern. Rumah mengalami penyesuaian supaya bisa memiliki sebuah fungsionalitas yang tinggi tanpa harus mengorbankan setiap bagian yang ada pada setiap rumah. Hal ini dimaksudkan supaya rumah yang memiliki lahan kecil sekalipun bisa dimaksimalkan dengan baik dan sekaligus mengurangi biaya konstruksi dari rumah yang perlu dikeluarkan. 4. Arsitektur Rumah Scandinavian Arsitektur rumah model scandinavian merupakan salah satu desain rumah yang sangat populer dan disukai oleh banyak orang. Desain ala scandinavian selalu mengutamakan prinsip tarikan garis yang rapi dan saling berkesinambungan dengan sempurna. Rumah model ini juga biasanya menggunakan permainan warna putih, abu-abu hingga kebiruan yang menjadi sebuah ciri khasnya tersendiri dan menjadikan tampilannya rumahnya terlihat lembut. Tampilan interior rumahnya juga mencerminkan kehangatan dengan perpaduan aksen yang memiliki warna cerah. Tips bergaya scandinavian biasanya terbuat dari kayu dan memiliki warna-warna yang lembut. Sesuaikanlah furnitur dengan ukuran dari rumah tinggal supaya bisa tampak senada dan terlihat menarik 5. Arsitektur Rumah ala Industrial Arsitektur rumah ala industrial pada awalnya mengikuti konsep bangunan yang berasal dari pabrik lawas dan bangunan industrial lainnya. Penggunaan bata ekspos sebagai bahan bangunan utamanya. Konsep ini sendiri mulai digemari di Indonesia ketika memasuki awal tahun 2010. Ditandai dengan mulai banyak bermunculan kafe dan restoran yang menggunakan desain ala industrial. Seiring dengan perjalanan waktu, akhirnya mulai banyak rumah yang mengadopsi desain ini. Selain bisa menciptakan tampilan bangunan yang unik, desain arsitektur rumah ala industrial juga bisa menciptakan rumah yang tampak lebih lapang karena memiliki plafon yang terekspos. 6. Arsitektur Rumah Model Kolonial Belanda Arsitektur rumah model kolonial Belanda saat ini sudah semakin jarang ditemui pada rumah-rumah baru. Padahal rumah model kolonial Belanda ini memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh rumah modern saat ini, yakni posisi plafonnya yang sangat tinggi. Lalu ditambah juga dengan jendela yang berukuran besar, tentu akan membuat suasana di dalam rumah menjadi terasa lebih sejuk tanpa harus menggunakan pendingin udara. 7. Arsitektur Rumah Konsep Open Plan Salah satu konsep arsitektur rumah yang sangat populer dan disukai oleh banyak orang adalah rumah dengan konsep open plan. Sebenarnya, apakah rumah konsep open plan itu? Konsep open plan adalah sebuah desain yang menggabungkan dua atau lebih ruang komunal yang berada di dalam rumah dengan menghilangkan tembok yang menjadi pembatas antara ruangan. Konsep ini sangat disukai karena bisa membuat interior rumah menjadi tampak lapang. Pemilik rumah bisa dengan mudah mengatur tata letak barang tanpa harus adanya dinding yang membatasi setiap ruang. 8. Arsitektur Rumah Model Tropis Rumah dengan model tropis merupakan salah satu model arsitektur rumah yang menjadi favorit hingga saat ini. Konsep hunian tropis biasanya memiliki ciri khas yakni terdapat banyaknya tanaman di rumah yang bisa membuat suasana rumah menjadi teduh. Tidak hanya itu saja, rumah dengan model tropis juga biasanya memiliki jendela dengan model geser. Tujuannya supaya saat dibuka secara penuh bisa membuat udara di dalam rumah akan mengalir dengan sempurna dan menciptakan suasana rumah menjadi lebih dingin. 9. Arsitektur Rumah American Classic Arsitektur rumah model American Classic bisa dikenali dari penggunaan kayu sebagai material utamanya. Kayu banyak digunakan untuk menjadi dinding eksterior rumah dan menjadikan rumah terlihat lebih mewah. Rumah bergaya Amerika ini biasanya juga memiliki detil yang tidak terlalu kompleks dan tetap mengutamakan tampilan yang elegan dan mewah. 10. Arsitektur Rumah Kontemporer Banyak sekali yang suka salah kaprah mengenai arsitektur rumah model kontemporer yang serupa dengan konsep minimalis. Padahal nyatanya, kedua desain tersebut sangatlah berbeda antara satu dengan yang lainnya. Rumah dengan model kontemporer lebih eksklusif karena merupakan penggabungan dari beberapa desain menjadi satu. Sebagai contoh, ada yang menggabungkan beberapa elemen dari rumah minimalis dan dan art deco untuk menghasilkan rumah kontemporer yang unik dan menarik. Itulah 9 model arsitektur rumah paling favorit sepanjang masa yang bisa Anda jadikan sebagai referensi ketika akan membangun hunian Anda kelak. Pastikan supaya desain yang Anda pilih sesuai juga dengan budget yang Anda miliki supaya hasilnya bisa maksimal. Tonton video yang menarik berikut ini terlebih dahulu untuk mengetahui tips terbaik dalam memilih hunian yang ideal untuk Anda! Hanya yang percaya Anda semua bisa punya rumah Tanya Tanya ambil keputusan dengan percaya diri bersama para pakar kami
Saat menjelajahi kota-kota besar di Indonesia, terutama di daerah kota tua, rumah kolonial menjadi ikon penting yang menceritakan sejarah dan warisan peninggalan Belanda. Sejarah, seni, desain dan arsitektur merupakan satu kesatuan dan tidak bisa terlepaskan. Lalu saat berpindah ke kawasan Tangerang, begitu banyak rumah modern dan rumah minimalis yang dijadikan gaya perumahan cluster. Beda lagi, jika kita beranjak ke kawasan Jakarta Utara, rumah bergaya Mediteranian kerap menjadi tipe arsitektur rumah yang digemari dan nampak seragam dengan pertokoannya. Han Awal & Partners / CASA Indonesia 1. Rumah Minimalis yang Sudah ada Sejak Tahun 19802. Rumah Modern yang Hadir di Seluruh Dunia3. Rumah Modern Tropis yang cocok untuk Indonesia Studio Air Putih dan Trivium Design Group / Sefval Mogalana / CASA Republic of indonesia Han Awal & Partners / CASA Indonesia Indodesign Kreasi Mandiri / Sefval Mogalana / CASA Indonesia 4. Arsitektur Rumah Klasik yang Tak Lepas dari Unsur Detail Rumah Klasik / Insan Obi / CASA Republic of indonesia v. Gaya Rumah Klasik Kolonial Rumah Kemang Selatan karya KIAT Builder Rumah Kemang Selatan karya KIAT Architect half-dozen. Rumah Klasik Italian republic7. American Classic Biroe architecture & interior / Adit Kok Eric Wibowo / Melanie Tanusetiawan Eric Wibowo / Melanie Tanusetiawan eight. Rumah Klasik bergaya Prancis Traditional Exterior design / Dallas General Contractor Isler Homes / Housekaboodle Rumah Klasik / Insan Obi / CASA Indonesia 9. Rumah Kontemporer Dick Clark + Associates dan Vinson Radke Homes / Paul Bardagjy / Contemporist 10. Rumah Art Deco Brooke Aitken Design / hometolove Jonathan Adler 11. Arsitektur Rumah Bergaya Skandinavia Rocco Architects / Evelyn Muller / Archdaily Rocco Architects / Evelyn Muller / Archdaily 12. Rumah Penuh Warna Bergaya Maverick Brawl & Claw Vintage / Jen Chanyi / Designsponge Interiorsonline 13. Rumah Etnik Jawa yang Berkolaborasi dengan Budaya Lain Han Awal & Partners dan Hidayat Endramukti / Brett Prasetyanto / CASA Indonesia Han Awal & Partners / CASA Indonesia 14. Arsitektur Rumah Tradisional Bali Brahman House / Gusde Tranquil Villas Konsep Rumah Natah Bali / Eko Budiharjo / Buku Firmitas karya Aboday Sujiva Living, rumah Bali modern / Somia Design Studio / Mario Wibowo fifteen. Rumah Bergaya Industrial Confettistyle Domino xvi. Arsitektur Rumah Rustic yang Dekat dengan Alam Lara Vallés / El Mueble / Onekindesign 17. Kolaborasi Barat & Timur Japandi Freepik EN Firm / Dform Bellagio Mansion / Nimara Architects 18. Gaya Advanced yang Mencuri Perhatian Z-Line Business firm oleh MSSM Associates / Fernando Gomulya Z-Line House oleh MSSM Associates / Fernando Gomulya Z-Line House oleh MSSM Assembly / Fernando Gomulya 19. Googie Gaya desain dengan asal nama yang kocak Weststyle The Elrod House oleh John Lautner / Daniella on Design Chemosphere ciptaan John Lautner / Daniella on Pattern Teks diupdate oleh Oktavia Putri Agustus 2022 Foto teaser Dick Clark + Assembly dan Vinson Radke Homes / Paul Bardagjy / Contemporist Indonesia Cocok Memiliki Rumah Yang Bergaya Arsitektur Han Awal & Partners / CASA Indonesia Begitu banyak istilah arsitektur rumah, seperti minimalis modern, skandinavian, industrial, tropis modern, dan masih banyak lagi. Istilah ini seringkali kita baca atau dengar berdengung di media massa untuk menunjuk sebuah bangunan yang dianggap menerapkan gaya atau tren arsitektur/interior masa kini. Tujuannya agar dapat memperoleh kesan rumah atau bangunan yang dirancang dengan gaya baru, modern dan berselera kekinian. Sayangnya, tidak banyak masyarakat yang paham bahwa sebutan itu bermakna sangat jauh dari khasanah arsitektur dan desain interior. Banyak juga masyarakat awam yang menyangka bahwa gaya minimalis modern itu baru lahir sepuluh tahun terakhir. Bila dicermati oleh kalangan yang lebih paham, ternyata bukan gaya minimalis apalagi modern. Tapi kadangkala ada American Classic, Art Deco dan bahkan menyelip sentuhan aliran lain. Melalui artikel ini, CASA Republic of indonesia merangkum macam-macam arsitektur rumah yang tak lekang oleh waktu dan sangat populer hingga masa kini. Terdapat juga sejarah tentang setiap gaya rumah agar Anda bisa memahami perjalanan gaya desain tersebut. 1. Rumah Minimalis yang Sudah ada Sejak Tahun 1980 Ciri khas rumah minimalis adalah menggunakan dak beton, mengikuti bentuk dasar berbentuk kotak, polos atau tanpa ornamen, dan menggunakan maksimal dua kombinasi textile. Teorinya rumah minimalis menggunakan cat dinding berwarna monokrom. Menyoal sebutan minimalis sebenarnya lebih banyak dipengaruhi paham aliran Zen dari Jepang. Arsitek Amerika Frank Lloyd Wright mengadaptasi beberapa hal yang Zen seperti pintu geser dari desain rumah-rumah tradisional Jepang melalui karya rumahnya tahun 1930-an. Konsep arsitektur rumah minimalis kemudian bergerak perkembangannya pada akhir 1980an di London dan New York. Sejalan dengan yang terjadi pada perkembangan industri fashion yang “lelah” dengan segala atribut maksimalis pada era sebelumnya di tahun 1980an big hair, big makeup, big prints, big shoulder dan semua hal yang diperbesar. Pada arsitektur minimalis biasanya membuang’ segala hal menjadi sesuatu agar mencapai esensi nilai kesederhanaan, namun memiliki nilai berkualitas sangat tinggi. Detailnya yang rapi, presisi, jujur dan tidak mengada-ada hingga terlihat pada semua bagian bangunan dan ruang. Baca juga vii Contoh Rumah Minimalis yang Mudah Anda Tiru 2. Rumah Modern yang Hadir di Seluruh Dunia Desain rumah mod sering disandingkan dengan rumah minimalis. Meskipun bisa dibenarkan, namun ada perbedaan yang mencolok untuk memisahkan antara dua desain tersebut. Rumah modern memiliki bentuk atap segitiga, sedangkan rumah minimalis identik dengan atap dak beton atap rata. Rumah modernistic memiliki sumber pencahayaan yang baik dengan aplikasi jendela besar. Untuk rumah modern, hadirkan jendela atau bukaan yang memadai di rumah Anda, agar sirkulasi udara bisa mengalir dengan baik. Pastikan arah mata angin rumah Anda. Hindari meletakkan jendela di dinding yang menghadap arah barat, karena rumah akan terasa panas. Mengacu dari buku “Simon and Schuters’s Pocket Guide to Architecture” 1986 oleh Patrick Nuttgens, sejumlah arsitek besar di Eropa pernah mengadakan pertemuan di tahun 1928 dalam Congres Internationaux d’Architecture Moderne CIAM. Menetapkan bahwa kesepakatan ciri khas arsitektur mod ditandai oleh tiadanya ornamentasi atau hiasan, struktur atap yang rata, dominasi garis-garis persegi panjang, dinding putih dan keberadaan jendela yang besar-besar. 3. Rumah Modern Tropis yang cocok untuk Indonesia Negara Indonesia yang menjuntai di garis Khatulistiwa membuat negara kepulauan ini memiliki iklim tropis yang hangat. Berbeda dengan negara-negara yang berada di utara maupun selatan garis Khatulistiwa dengan iklim empat musim, negara dengan iklim tropis hanya memiliki dua musim utama yaitu penghujan dan kemarau. Studio Air Putih dan Trivium Design Group / Sefval Mogalana / CASA Republic of indonesia Oleh sebab itu, sejak zaman dahulu nenek moyang bangsa Indonesia bahkan sudah merancang rumah-rumah tradisional yang cocok dengan iklim tropis tersebut. Iklim tropis memiliki beberapa karakter khusus seperti curah hujan yang lebat, suhu rata-rata sepanjang tahun yang hangat, dan kelembaban yang tinggi. Han Awal & Partners / CASA Indonesia Hingga kini, rumah dengan desain tropis masih menjadi tren yang layak diaplikasikan di Indonesia. Ada sedikit salah kaprah yang menyebut bila desain tropis sama dengan rumah berdesain mod dan minimalis. Namun, sebetulnya ada lima hal yang patut diperhatikan tentang rumah modern tropis bila Anda ingin membuat rumah dengan desain tropis yang tepat. Indodesign Kreasi Mandiri / Sefval Mogalana / CASA Indonesia 4. Arsitektur Rumah Klasik yang Tak Lepas dari Unsur Detail Definisi gaya klasik memang tidak dapat dipisahkan dari pembagian zaman dan pergerakan kesenian Eropa. Kedua faktor inilah yang menjadi landasan bentuk bangunan serta interior pada masa itu. Yunani dan Romawi kuno dengan peninggalan bangunan kokoh tinggi berpilar. Rumah Klasik / Insan Obi / CASA Republic of indonesia Pada abad pertengahan terdapat era Gothic, dengan karakter bangunan menggunakan batu bata serta ciri detail lancip membentuk arah panah. Lukisan dalam bentuk fresco dan console pada interior juga mulai muncul pada era ini. Zaman pembaharuan, Renaissance, mengubah tatanan kultur Eropa yang dimulai dari kebangkitan agama Kristiani yang terpecah. Pada masa ini dikenal pergerakan Baroque yang ditandai dengan perkembangan seni yang lebih dinamis mengikuti ekspresi emosi. Diikuti era Rococo, saat karya seni dan arsitektur semakin berwarna, penuh dengan hiasan yang terkesan playful. Selain berdasarkan era, perbedaan asal negara merupakan hal krusial lainnya dalam membedakan ragam aliran klasik. Berdasarkan perkembangan penerapannya, pembagian ini yang sekarang umum dipakai. v. Gaya Rumah Klasik Kolonial Arsitektur kolonial di Indonesia adalah arsitektur Eropa Barat dari Belanda yang dibawa ke Indonesia dengan misi kolonialisme namun akhirnya berkembang setelah melihat budaya dan iklim disini. Arsitektur ini memiliki pengaruh besar dan kerap menjadi mind set baru bagi masyarakat Indonesia jaman itu. Rumah Kemang Selatan karya KIAT Builder Langgam dari negara Belanda ini dipercayai menjadi akar dari arsitektur modern di Indonesia. Hampir di seluruh negara bekas jajahan negara-negara Eropa, gaya kolonial muncul dan berkembang. Walau langgam dan detailnya berbeda di setiap negara, semuanya mempunyai prinsip yang sama, yaitu adaptasi gaya arsitektur dan interior Eropa yang kental bercampur dengan budaya negara jajahan. Di Indonesia sendiri bangunan kolonial masih dapat dijumpai, misalnya di kawasan Menteng, Jakarta, Semarang, Bandung, Medan, berbagai museum serta Istana Negara. Rumah Kemang Selatan karya KIAT Architect Serapan gaya Eropa, pengaruh dari Belanda maupun Inggris terlihat dari bentuk bangunan seperti penggunaan pilar dan item kusen jendela, meski lantai, dinding serta ornamen dinding dibuat sesuai adaptasi iklim dan material asal Republic of indonesia. Furnitur klasik Eropa bersanding dengan hiasan asli Nusantara maupun Oriental menjadi ciri khas interior gaya kolonial. half-dozen. Rumah Klasik Italian republic Bentuk luar bangunan tampak lebih sederhana dibanding gaya klasik Prancis. Sistine Chapel di Vatican dan Palazzo Farnese di Roma merupakan contoh representasi bangunan klasik Italia. Di dalamnya, hampir seluruh dinding penuh dengan lukisan yang disebut fresco. Langit-langit yang membentuk kubah atau vault tidak menjadi ciri semata, namun struktur tersebut juga menjadikan bangunan lebih aman. Warna bold seperti merah, hijau dan sentuhan emas menjadi warna khas gaya interior klasik Italia. Lantai biasanya dari bahan marmer atau kayu, membentuk motif yang repetitif maupun mosaik, sedangkan dekorasi dinding berupa cornice yang berlapis-lapis. Baca juga Inspirasi Rumah Klasik dari Pic Bohemian Rhapsody 7. American Classic Sama seperti sejarah negara ini, gaya klasik Amerika sangat terpengaruh oleh pergerakan seni dan arsitektur negara-negara Eropa. Bahkan pengaruh Inggris dan Prancis masih terlihat kental pada bentuk furnitur dan hiasan. Selain itu, ada juga gaya lain yaitu traditional state yang berhubungan dekat serta kini juga mulai bercampur. Secara keseluruhan gaya klasik Amerika tergolong lebih ringan dan berkesan homey. Pengaturan interior disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan. Biroe architecture & interior / Adit Kok Eric Wibowo / Melanie Tanusetiawan Warna natural seperti krem, cokelat dan putih, juga ditemui sentuhan warna-warna muda. Cornice dibuat lebih sederhana serta wallpaper yang dipakai berwarna cerah dengan motif cenderung polos. Ornamen interior didominasi dengan material kayu. Gaya Amerika ini menampilkan suasana elegan namun tetap terlihat kasual sebab minim item-detail kompleks. Eric Wibowo / Melanie Tanusetiawan Permainan profil dengan bentuk yang tak terlalu rumit juga menjadi andalan desain plafon atau cornice misalnya; diaplikasikan sebagai hiasan horizontal yang menandai elemen bangunan, misalnya pada tiang, dinding, atau kusen jendela dan pintu. eight. Rumah Klasik bergaya Prancis Menyebut gaya klasik Prancis, khalayak biasanya langsung terbayang istana Versailles. Kemegahan istana ini memang telah sering menjadi inspirasi. Bentuk luar bangunan klasik Prancis cenderung dekoratif, mulai dari atap berwarna maupun jendela besar berornamen. Traditional Exterior design / Dallas General Contractor Isler Homes / Housekaboodle Biru, emas dan putih menjadi warna yang mendominasi pada eksterior maupun interior. Penggunaan console membingkai dinding yang terkadang dikompilasi dengan wallpaper. Rumah Klasik / Insan Obi / CASA Indonesia Ciri khas lain adalah Chandelier kristal yang menjuntai dari langit-langit serta furniturnya seperti armchair, kabinet serta meja berkontur gelombang dengan particular ukiran cantik. 9. Rumah Kontemporer Definisi kata kontemporer adalah masa kini atau masa sekarang, jadi rumah dengan desain kontemporer tentu akan berubah dari masa ke masa. Rumah kontemporer di tahun 2000 awal tentu akan berbeda dengan desain rumah kontemporer di tahun 2020 mendatang. Jadi desain rumah kontemporer akan selalu mengikuti perkembangan dan tren desain di masa itu. Rumah kontemporer kerap disamakan dengan rumah modernistic, namun sebetulnya secara sejarah itu bukanlah hal yang tepat. Dick Clark + Associates dan Vinson Radke Homes / Paul Bardagjy / Contemporist Desain kontemporer adalah gaya desain atau arsitektur yang tenar di abad ke-21. Mengutip dari gaya ini diawali sebagai penggabungan berbagai gaya, secara bertahap desain kontemporer mengembangkan eksklusivitasnya sendiri. Desain kontemporer tidak saja meminjam beberapa elemen dan unsur dari modernisme atau gaya modernistic, namun juga mengambil beberapa elemen dari art deco, dekonstruktivisme, futuristik dan beberapa gaya interior lainnya. Desain kontemporer kerap terfokus pada desain ramah lingkungan yang hemat energi dan menggabungkan bahan daur ulang. Sudah menjadi hal yang biasa melihat tanaman menghiasi atap bangunan untuk meningkatkan efisiensi energi dan meningkatkan kualitas udara luar. Penggunaan bahan-bahan alami, menghadirkan tanaman hias, dan memadukan bangunan dengan lingkungan alami adalah ciri khas dari rumah kontemporer. 10. Rumah Art Deco Langgam Art Deco bisa disebut sebagai periode arsitektur yang unik, yaitu terjadi antara dua Perang Dunia, antara tahun 1920 sampai 1939. Periode setelah itu, yaitu sekitar tahun 1950-an masih ada karya arsitektur bernafaskan Fine art Deco, namun hanya merupakan kelanjutan dari gaya tahun-tahun sebelumnya. Pada dasarnya Art Deco sendiri lahir karena adanya gerakan modernisme, yaitu tuntutan estetika menuju bentuk sederhana, membebaskan diri dari arsitektur klasik. Brooke Aitken Design / hometolove Karakter yang paling utama adalah bentuk geometris murni dan kesederhanaan. Kita mengenal langgam Art Deco dalam empat klasifikasi, yaitu floral deco, streamline deco, zigzag deco, dan neo-classical deco. Di Indonesia hanya diaplikasikan dua langgam pertama, yaitu floral deco dan streamline deco, dan jarang sekali ditemukan klasifikasi ketiga dan keempat. Jonathan Adler Di Asia sendiri hanya ada tiga kota yang memiliki koleksi bangunan dengan langgam arsitektur Art Deco yang signifikan, yaitu Shanghai, Bombay, dan Bandung, selain kota-kota di dunia yang terkenal dengan Art Deco-nya seperti Miami. Baca juga 9 Desain Rumah Idaman yang Paling Disukai Banyak Orang 11. Arsitektur Rumah Bergaya Skandinavia Desain Scandinavian atau Skandinavia masih menjadi pilihan gaya dalam mendandani interior rumah sampai saat ini. Gaya Skandinavia yang terkenal dengan suasana serba putih dengan pilihan furnitur kayu berwarna terang. Image terang, luas, dan bersih membuat gaya interior ala Skandinavia ini sangat digemari terutama oleh keluarga-keluarga muda. Rocco Architects / Evelyn Muller / Archdaily Meski terlihat simple dan ringan, ternyata menciptakan gaya Skandinavia perlu banyak penyesuaian suasana yang dibutuhkan untuk mengatasi perbedaan desain dari negara kita, Republic of indonesia, sebagai negara tropis dengan negara-negara Skandinavia yang berada di bagian utara Benua Eropa ini. Rocco Architects / Evelyn Muller / Archdaily 12. Rumah Penuh Warna Bergaya Maverick Bohémien adalah istilah umum untuk populasi Romani atau “Gipsi” di Prancis. Tertulis pada buku My Big Fat Gypsy Wedding’, konon Gipsi berasal dari Bharat, tiba di Eropa sekitar abad ke-thirteen. Mungkin ini menjelaskan pengaruh besar India dan Maroko pada gaya desain bohemian. Brawl & Claw Vintage / Jen Chanyi / Designsponge Gaya hidup dan cara berpakaian para Gipsi memberikan inspirasi tersendiri untuk gaya desain rumah Bohemian, yaitu santai, menggunakan warna dasar netral lalu dibubuhi warna-warni yang cerah, serta menghadirkan banyak pola-pola yang personal. Interiorsonline Ciri khas yang paling terlihat dari desain bohemian adalah kaya akan warna-warni, juntaian kain-kain bertampilan mewah, item yang memukau, sentuhan pada emas dan kristal. Dekorasi dan aksesori interior adalah kunci utama dalam perancangan desain maverick demi personalisasi diri, seperti lukisan dan patung. 13. Rumah Etnik Jawa yang Berkolaborasi dengan Budaya Lain Mengutip dari buku ”Esensi Arsitektur Jawa,” dalam Arsitek dan Arsitektur Indonesia Menyongsong Masa Depan Ed Prof. Ir. Eko Budiharjo, Msc Secara status sosial, rumah merupakan lambang identitas pemiliknya berdasarkan pada sistem stratifikasi masyarakat Jawa. Dalam proses perkembangan selanjutnya, terbagi atas lima bentuk dasar bangunan, yaitu panggang pe, kampung, limasan dan joglo, serta bangunan khusus untuk beribadah yang berbentuk tajug. Han Awal & Partners dan Hidayat Endramukti / Brett Prasetyanto / CASA Indonesia Menurut Jasin Tedjasukmana, selaku primary KIAT Builder yang kerap menerapkan arsitektur Jawa dalam perancangannya, arsitektur Jawa lebih berkembang dibanding arsitektur Nusantara lainnya. Hal tersebut disebabkan karena kerajaannya lebih besar dan punya pengaruh dengan dunia luar yaitu dunia Barat. Arsitektur Jawa sudah memiliki poros desain yang jelas sejak dulu. Peletakan massanya pun tertata dengan rapi dan jelas; mana yang utama, pelengkap, dan area private. Konfigurasi ruang atau bagian-bagian rumah orang Jawa di desa membentuk tatanan tiga bagian linier belakang. Bagian depan pendopo, di tengah peringgitan dan yang paling belakang, dan terdalam adalah dalem. Gebyok adalah salah satu elemen interior khas Jawa berupa partisi yang pada umumnya terbuat dari bahan kayu jati. Partisi ini banyak dipergunakan sebagai pembatas antara ruang seperti ruang tamu atau ruang keluarga dengan kamar-kamar di rumah adat. Namun di dunia modern ini, gebrok banyak digunakan sebagai elemen dekorasi khas Jawa yang bisa ditempatkan dimana pun. Han Awal & Partners / CASA Indonesia 14. Arsitektur Rumah Tradisional Bali Asta Kosala Kosali adalah sebuah panduan dalam merancang rumah Bali yang berisikan tata cara, tata letak, dan tata bangunan. Tak hanya tempat tinggal, namun juga tata letak bangunan tempat suci yang ada di Bali. Asta Kosala Kosali dibuat dengan landasan Filosofis, Etis, dan Ritual serta anatomi tubuh sang pemilik rumah. Brahman House / Gusde Tranquil Villas Pengukurannya pun tidak mengacu pada standar ukuran seperti pada umumnya ukuran meter, namun menggunakan ukuran dari tubuh sang pemilik, misalnya Musti ukuran atau dimensi untuk ukuran tangan mengepal dengan ibu jari yang menghadap ke atas, Hasta ukuran sejengkal jarak tangan manusia dewata dari pergelangan tengah tangan sampai ujung jari tengah yang terbuka, dan Depa ukuran yang dipakai antara dua bentang tangan yang dilentangkan dari kiri ke kanan. Konsep Rumah Natah Bali / Eko Budiharjo / Buku Firmitas karya Aboday Mengutip dari Portal Arsitektur, konsep perancangan rumah Bali berpegang kepada mata angin, 9 mata angin Nawa Sanga. Setiap bangunan itu memiliki tempat sendiri. Misalnya dapur harus ditempatkan di surface area Selatan, karena berhubungan dengan api. Lalu, tempat sembahyang karena berhubungan dengan menyembah maka ditempatkan di Timur atau tempat matahari terbit. Yang terakhir, sumur sebagai sumber air harus ditempatkan di Utara dimana Gunung berada. Sujiva Living, rumah Bali modern / Somia Design Studio / Mario Wibowo fifteen. Rumah Bergaya Industrial Sama seperti namanya, gaya desain industrial terinspirasi dari sebuah industri atau pabrik. Dalam sejarah, bangunan industrial pertama kali didirikan pada tahun 1700 yang sangat fokus pada efisiensi dan keselamatan. Pertimbangan paling besar di era itu adalah kekuatan bangunan dari api serta biaya material yang murah. Confettistyle Maka dari itu, dinding bata ekspos, struktur pipa-pipa air dan udara di ceiling yang terlihat jelas, dan barang daur ulang adalah salah satu ciri gaya industrial yang dianggap efisien dari segi material. Di tahun 1700 pun, listrik sangatlah minim, sehingga dirancang jendela besar untuk menghadirkan cahaya alami. Setelah dilupakan atau ditinggalkan, gaya industrial pada pabrik dan gudang kini sangat diminati untuk tempat tinggal dan bisnis cafe. Domino Tapi sepopuler “industrial chic” hari ini, tren ini dimulai bertahun-tahun yang lalu. Pada akhir 1960-an dan seventy-an, gaya industrial mulai hidup di New England dan Lower Manhattan, Amerika Serikat. Dari segi desain interior, tampilan Industrial chic tidak terlalu dingin atau terlalu hangat, namun seimbang. Elemen-elemen seperti batu bata, beton ekspos, logam, dan kayu reklamasi adalah cloth yang paling banyak digunakan. Baca juga 12 Daftar Pertanyaan untuk Arsitek saat Membangun Rumah xvi. Arsitektur Rumah Rustic yang Dekat dengan Alam Gaya desain rustic pertama kali hadir di negara perbatasan yang menggunakan rumah kabin dan pondok kayu. Handmade article of furniture, kursi antik, sofa kulit, serta meja kayu dan logam mengingatkan pada perumahan Eropa di abad ke-18. Lara Vallés / El Mueble / Onekindesign Arti kata rustic adalah pedesaan dalam Bahasa Indonesia. Namun karena istilah rumah rustic ini tenar dari Swiss, Jerman, dan Republic of austria, maka gaya-gaya rumah rustic mengacu pada rumah di pedesaan di sana, yaitu kembali ke masa-masa awal ketika peradaban dan alam saling bergantung. Terinspirasi oleh alam dan berbentuk sederhana. Ciri khas utamanya memiliki ruang terbuka dan lapang dengan tiang-tiang besar dan balok kayu. Gaya desain rustic menggunakan bahan-bahan sederhana seperti kayu mentah dan batu untuk membawa unsur-unsur alam terbuka ke dalam rumah. Komponen-komponen ini digunakan dalam furnitur dan aksesori, serta dalam desain struktural yang sebenarnya. Hampir jarang rumah bergaya rustic menggunakan wallpaper dan warna true cat cerah, karena umumnya gaya ini menggunakan material alam yang bertekstur. Karena rumah bergaya rustic sangat memaksimalkan pemandangan luar sebagai panorama rumah, maka jendela besar banyak digunakan, sekaligus sebagai penerangan alami. 17. Kolaborasi Barat & Timur Japandi Kata Japandi merupakan gabungan dari Japan dan Scandinavia. Kedua kata tersebut dianggap sebagai leading trend dalam dunia arsitektur dan desain yang hingga kini masih populer di masyarakat modern. Tak sedikit pula yang tidak menyangka bahwa budaya dari barat dan timur yang diwakili oleh kedua kawasan tersebut justru memiliki kesamaan serta ide desain yang selaras. Freepik Desain Scandinavia kerap membawa mosi hygge dalam konsepnya yang berarti rumah sudah semestinya menjadi tempat berpulang dan sanctuary bagi pemiliknya dengan memberikan perasaan nyaman tiap kali mereka melangkah memasuki rumah. Sementara Jepang dikenal dengan istilah wabi-sabi yang mengedepankan pencarian keindahan dari hal yang kurang sempurna. EN Firm / Dform Kedua konsep ini pada dasarnya berangkat dari akar minimalis dan kenyamanan. Pada praktiknya rumah bergaya Japandi kerap hadir dalam kombinasi muted colors yang menampilkan warna lembut natural dari material yang diterapkan di hunian. Selain itu, desain tercerminkan dalam bentuk garis bersih dan jumlah furnitur yang minimalis karena tiap komponen hadir dengan intensional bukan hanya sekadar dekorasi. Bellagio Mansion / Nimara Architects 18. Gaya Advanced yang Mencuri Perhatian Berasal dari bahasa Perancis, istilah Avant-Garde memiliki arti advance guard atau vanguard dan seringkali dikaitkan ke hal yang dianggap visioner serta lebih terdepan dari masanya. Lebih familiar diperbincangkan dalam konteks dunia seni, gaya avant-garde kerap menerima salah paham atau kurang diterima masyarakat dikarenakan hasil proses kreatifnya dinilai berbeda dari idealisme mainstream dimasanya. Z-Line Business firm oleh MSSM Associates / Fernando Gomulya Dalam kritik Giovannini yang dikutip oleh Curbed, sang kritikus menduga avant-garde mulai masuk dalam desain mainstream seperti halnya karya Guggenheim Bilbao ciptaan Frank Gehry dan Heydar Aliyev Center karya mendingan Zaha Hadid walaupun memiliki wujud yang out-of-the box. Kehadiran karya arsitektur ini seakan menyebarkan pesan bahwa arsitek yang merancang dan pemerintah menerima ide mereka, liberasi ketimbang mengontrol sang geometri. Z-Line House oleh MSSM Associates / Fernando Gomulya Hadir dalam bentuk yang mencuri perhatian dan lebih sering muncul pada bangunan publik, avant-garde juga terlihat pada proyek residensial seperti halnya karya MSSM Associates, yaitu Z-Line House. Dalam hal rumah ini, bentuk rumah tercipta demi memaksimalkan potensi site dengan lahan bertingkat sembari memperhitungkan optimalisasi aliran air saat hujan deras yang kerap terjadi di area beriklim tropis. Z-Line House oleh MSSM Assembly / Fernando Gomulya 19. Googie Gaya desain dengan asal nama yang kocak Dimulai sejak tahun 1950-an dari kota Los Angeles, gaya googie lahir dengan tampilan warna yang cerah, kaya akan variasi material, bentuk yang unik, serta gaya desain signage yang over-the-top. Ini membuat gaya arsitektur beraura optimis, eksperimental, serta penuh semangat di antara rumah-rumah bergaya klasik Italia dan Fine art Deco. Weststyle Nama googie diciptakan oleh kritikus arsitektur Douglas Haskell yang tengah berkeliling di Los Angeles sembari meneliti cerita mengenai coffee shop baru bergaya heboh. Dalam perjalanannya ia melihat Googies, sebuah kafe di West Hollywood yang memiliki atap berwarna merah berani dan memutuskan tren unik ini dengan nama serupa dengan kafe. Keunikan gaya Googie menginspirasi ARAT Arsitektur dalam menciptakan hunian yang mengadaptasi bentuk arsitektur dan interior yang melibatkan bentuk organik dan dinamis bernama Rumahlimo. Ini seperti halnya karya arsitek John Lautner yang menjadi panutannya begitu pula movie Scarface 1983 ciptaan Tony Montana yang memancarkan miami vibes, vibrant colour, dan futuristic. Diulas lengkap dalam CASA Republic of indonesia Vol. 2/2020 Stay Sane, hunian ini menerapkan sejumlah motif hewan sebagai aksen eksotis yang kian menambah keunikan sang rumah. The Elrod House oleh John Lautner / Daniella on Design Chemosphere ciptaan John Lautner / Daniella on Pattern Teks diupdate oleh Oktavia Putri Agustus 2022 Foto teaser Dick Clark + Assembly dan Vinson Radke Homes / Paul Bardagjy / Contemporist
indonesia cocok memiliki rumah yang bergaya arsitektur